Sabtu, 09 Juni 2012

Guru Inspiratif dan Guru Konvensional


Guru inspiratif
Menunjukan keterbukaan dalam perencanaan mengajar dan kegiatan belajar mengajar

Menjadikan materi pelajaran berguna bagi kehidupan nyata siswa

Mempertimbangkan berbagai alternative cara menyampaikan isi pelajaran pada siswa

Mampu mengatasi kondisi yang mendesak

Dapat menggunakan humor secara proporsional dalam menciptakan situasi KBM yang menarik

Pendekatan pengajaran lebihproblematik sehingga mendorong siswa untuk berpikir

Menunjukan perilaku demokratis dan tenggang rasa kepada semua siswa

Responsive terhadap kelas (bersedia melihat, mendengar dan merspon masalah displin, kesulitan belajar,
 dll.)

Memandang siswa sebagai partner dalam KBM

Menilai siswa berdasarkanfaktor-faktor yang memadai

Berkesinambungan dalam menggunakan hadiah dan hukuman sesuai dengan keadaan siswa.







Guru konvensional
Terlalu dikuasai oleh rencana pelajaran sehingga alokasi waktu menjadi kaku

Tidak mampu memodifikasi materi
silabus
Terpaku pada satu atau dua metode mengajar tanpa mempertimbangkan kesesuaiannya dengan materi pelajaran

Tidak mampu menangani hal yang terjadi secara tiba-tiba ketika pengajaran berlangsung

Terpaku pada isi materi dan metode yang baku sehingga situasi KBM monoton dan membosankan

Pendekatan pengajarannya lebih instruktif (memberi perintah/petunjuk dan ketentuan)

Terlalu memperhatikan siswa yang pandai dan mengabaikan siswa yang lamban

Tidak mampu/tidak mau mencatat isyarat adanya masalah dalam KBM

Memandang siswa sebagai objek yang dikuasai menilai siswa secara serampangan

Menilai siswa secara serampangan

Bila siswa berprestasi tidak diapresiasi, tetapi bila siswa melanggar diberi hukuman

Jumat, 08 Juni 2012

7 Golongan yang dinaungi oleh Allah SWT:


1.        Pemimpin yang adil.
2.       Pemuda yang beribadah kepada Allah SWT semasa hidupnya.
3.       Orang yang hatinya terpaut ke Masjid
4.       Dua insan yang saling mencintai karena Allah SWT.
5.       Pemuda yang diajak berzina oleh wanita cantik dan punya kekayaan tapi ia menolak dan berkata “Aku takut kepada Allah SWT”
6.       Seseorang yang bersodakoh dengan ikhlas.
7.       Pemuda yang ingat kepada Allah diwaktu sunyi sehingga ia meneteskan air matanya

Jika Hidup Ibarat Kecap...



Berwarna hitam, tapi rasanya enak..
Jangan menilai buku dari cover-nya. Jangan tertipu oleh fananya dunia. Walau kadang cobaan yang kita hadapi terlihat berat, namun akan selalu ada sesuatu yang indah di balik itu semua.

Ada yang dikemas dalam botol beling, botol plastik, plastik isi ulang, maupun sachet plastik yang kecil..
 Walau kita terlahir dalam kondisi yang berbeda-beda, ada yang kaya tapi ada juga yang kurang kaya, ada yang ganteng/cantik tapi ada juga yang kurang ganteng/cantik dikit, dsb, namun hidup yang dijalani pada dasarnya sama. Lahir, tumbuh, berkembang, meninggal. Bagi yang sudah paham mungkin akan memaknai hidup untuk beribadah di mana setiap materi, waktu, dan tindakan ada pertanggungjawabannya.


Ada kecap manis, kecap asin, bahkan kini ada kecap pedas..
Begitulah kehidupan yang kaya akan aneka rasa dan warna. Hari ini menangis, mungkin esok tertawa karena dunia senantiasa berputar.

Walau rasanya enak, tapi tetap ada yang tidak suka..
Ada juga orang yang tidak suka dengan dunia ini. Ada yang ingin cepat2 mati maupun ingin bunuh diri, bahkan untuk alasan yang sebenarnya simpel. Tapi ada juga yang ingin cepat mati karena rindu dengan Rabbnya. Walau kita dianjurkan zuhud, akan tetapi selain habluminallah pun selagi masih bernafas ada pula habluminannaas.

Mungkin rasa tidak pernah bohong, namun rasa yang di lidah pun makin lama akan hilang tak berbekas..
 Sekalipun hidup kita terasa nikmat, akan tetapi pada akhirnya semua akan musnah.

Bila didiamkan saja maka bisa basi..
Bila hidup kita tidak dimanfaatkan atau tidak dimaknai, maka akan menjadi sangat tak berharga dan hanya membuang waktu saja, seperti kata Asy-Syahid Hasan Al Banna, “Sesungguhnya kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia”.
Terinspirasi ketika sedang makan siomay di tepi jalan, di bawah awan mendung, bertemankan kendaraan yang lalu lalang..

Keutamaan sifat qona’ah



Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh sangat beruntung seseorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rezeki yang secukupnya dan Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rejzekiyang Allah SWT berikan kepadanya”. (HR. Muslim no.1054)

Hadist yang mulia menunjukan besarnya keutamaan seorang muslim yang memiliki sifat qana’ah, karena dengan itu semua dia akan meraih kebaikan dan keutamaan di dunia dan di akherat, meskipun harta yang dimilikinya tidak banyak.
Beberapa faedah yang terkandung dalam hadist ini:
  1. ·         Arti qana’ah adalah merasa ridha dan cukup dengan p[embagian rezeki yang Allah SWT berikan. 
  2.  Sifat qana’ah adalah salah satu ciri yang menunjukan kesempurnaan iman, karena sifat ini merupakan isyarat keridhoan orang yang memilikinya terhadap segala ketentuan dan takdir Allah SWT, termasuk dalam pembagian rezeki. Nabi SAW bersabda: “Akan merasakan kemanisan (kesempurnaan) iman, orang yang ridha kepada Allah sebagai Rabb-nya, Islam sebagai agamanya, dan (Nabi) Muhammad sebagai rasulnya” (HR. Muslim no.34) 
  3.  Arti “Ridha kepada Allah sebagai Rabb” adalah meridhai segala perintah dan larangan-Nya,kepada ketentuan dan pilihan-Nya, serta kepada apa yang diberikan dan yang tidak diberikan-Nya. 
  4. Yang dimaksud rezeki dihadist ini adalah rezeki yang diperoleh dengan usaha yang halal, karena itulah yang dipuji dalam isalam. 
  5.  Arti sabda beliau: “… yang secukupnya” adalah yang sekedar memenuhi kebutuhan, tidak lebih tidak kurang.inilah kadar rezeki yang diminta oleh Rasulullah SAW kepada Allah SWT untuk keluarga beliau SAW, sebagaimana yang tertuang dalam doa beliau: “Ya Allah, jadikanlah rezeki (yang Engkau limpahkan untuk) keluarga (Nabi) Muhammad qutan. Artinya: yang sekedar bisa memenuhi kebutuhan hidup/seadanya.  
  6. Dalam hadist lain, Rasulullah SAW bersabda: “… Ridhailah (terimalah) pembagian yang Allah tetapkan bagimu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling kaya (merasa kecukupan)
(Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA.)

Dikutip dari: As-Sunnah No.3 Thn XV Sya’ban 1432H/Juli 2011

Selesaikah Masalah dengan Bentakan?

"Sudah, diam kamu..!
"pergi sana..!"
"jadi kamu  mau apa.?"
"Kau pikir dirimu siapa..?"
"stooppp…"!!!
Subhanallah, sungguh bentakan sering kali terdengar dimana-mana, membuat hati menjadi kecut, terutama bila diri ini yang menjadi korban bentakan.Seringkali orang menggunakan metode membentak untuk menghentikan dengan segera perbuatan atau percakapan orang lain yang dianggap mengganggunya
Dengan bentakan maka masalah seakan selesai, pertanyaan yang mengganggu berhenti, dan timbullah kepuasan walau sebetulnya terdapat ketidaknyamanan bagi si pembentak, dan dia bisa bernafas lega dan beralih pada pekerjaan atau pikiran yang lain. Namun bagi yang dibentak, serasa terngiang-ngiang terus bentakan tersebut, membuat hati menjadi kecut, dan sakit, tanpa disadari, terutama bila teringat-ingat pada bentakan yang dihujamkan, maka sedikit demi sedikit luka dihati semakin parah, dan berakibat timbullah yang namanya dendam kesumat.

Waktu kami masih kecil, kami kerap makan martabak kare di tenda kecil di pusat makanan daerah roxy, jembatan lima, kota, di Jakarta. Salah seorang tukang masak di restaurant seafood sebelah warung martabak kare tersebut yang kami kenali sebagai tukang masak yang handal,karena gayanya cukup berisik dan bila masak, bunyi kuali penggorengan begitu nyaring berdentang dan mulutnya ikut bunyi mengucapkan ini dan itu, bahkan sesekali membentak pelayan restaurant yang hanya diam saja, dibentak dan diteriaki macam-macam.

Sampai suatu hari,kami tidak lagi mendengar keberisikan yang ditimbulkan oleh sang tukang masak tersebut, ketika kami bertanya dengan heran, maka terungkaplah cerita, bahwa sang tukang masak ternyata masuk rumah sakit. Ternyata si pelayan merasa sakit hati dengan tingkah lakunya yang selalu membentak dan berteriak-teriak memaki, menyakitkan hati, sehingga menyempatkan diri menusuk si tukang masak dengan pisau pemotong sayur.

Orang dewasa saja mengalami sakit hati yang lumayan dahsyat bila sering dibentak oleh seseorang, apalagi anak-anak..? Yang hatinya lebih lembut, jiwanya lebih perasa dan polos.
Maka pernahkah kita membayangkan bagaimana hancurnya hati si anak yang lembut itu, bila kita orang tua membentaknya untuk menghentikan semua celotehnya yang kadang membuat orang tua kesal?. Juga rengekannya yang memusing kan kepala, dan teriakannya yang membuat rasa lelah semakin bertambah, sementara itu semua sering kali kita tutup dan selesaikan dengan membentak, agar semua kepusingan kita hilang atau ulah anak-anak yang serasa mengganggu ketentraman kita, dengan ucapan yang simple namun menyakitkan. " diaaammmmm…!"

Masya Allah, haruskah kita menutup persoalan dengan membentak..? apakah betul masalah selesai dengan baik bila membentak..? bukan nya malah membentuk masalah baru,? yaitu..mengobati hati..anak yang terluka, dan teladan, ….dimana bisa jadi anak-anak akan mengikuti cara kita membentak, sehingga dia menjadi orang yang suka membentak entah pada pembantu di rumah, atau kawan yang lebih kecil dan atau adiknya sendiri.

Maka,…pikirlah sebelum berteriak…dampak dari pada membentak…
" Dan sebutlah (nama ) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai " (qs : Al-A'Raaf : 205 )


PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI 2022

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI DAN INFORMASI SELEKSI AKADEMIK  PPG DALAM JABATAN TAHUN 2022 Hasil pengumumannya bisa dicek di bawah i...